Archive for Juli 2016

  • ‘One Piece Film Gold’ Meraup 1,1 Miliar Yen di Akhir Minggu Pertamanya

    0
    ‘One Piece Film Gold’ Meraup 1,1 Miliar Yen di Akhir Minggu Pertamanya

    Toei mengumumkan pada hari Senin kalau One Piece Film Gold meraih 1.155.771.000 Yen pada akhir minggu pertamanya dan berhasil menjual 820.830 tiket setelah ditayangkan di 743 bioskop. Hasil ini berhasil membuatnya naik ke puncak box office ranking. Film ini berhasil mendapatkan 675.176.000 Yen pada hari debutnya, dan menjual 478.528 lembar tiket. Hasil ini juga mengukuhkannya sebagai pemegang rekor jumlah tiket terbanyak di hari debut film pada tahun 2016.
    JOI - one piece gold new trailer (1)
    Debut hari pertama film ini berhasil mendapatkan pendapatan lebih banyak dibandingkan film Detective Conan: The Darkest Nightmare yang tayang pada bulan April lalu. Namun film Conan berhasil melampaui pendapatan One Piece di akhir minggu pertamanya dengan total penjualan 1,209 miliar Yen.
    Toei juga memprediksi One Piece Film Gold akan mendapakan lebih dari 6 miliar Yen, bahkan mungkin melebihi rekor film sebelumnya, One Piece Film Z yang mendapatkan 6,87 miliar Yen selama penayangannya. Terlebih lagi, One Piece Film Z ditayangkan pada saat liburan 3 minggu di musim dingin pada tahun 2012, sedangkan One Piece Film Gold ditayangkan pada liburan 4 minggu di musim panas.
    Sumber: ANN
    Thanks to: (-) jurnalotaku.com
                      (-) Twitter @jurnalotaku
                      (-) +Jurnal Otaku Indonesia 
  • 1 Agustus, Server Pokemon Go Kembali Lumpuh?

    0
    Bermain Pokemon Go (Liputan6.com/Iskandar)

    Popularitas Pokemon Go yang mendunia memang tidak bisa lepas dari ancaman kelompok hacker. Ibarat semakin tinggi pohon menjulang semakin kencang angin menerpa, gim mobile fenomenal ini seakan tak pernah bebas dari masalahserver down.

    Informasi terbaru, server gim berburu monster besutan Niantic Labs ini dikabarkan akanoffline pada 1 Agustus 2016 mendatang. Lumpuhnya server gim tersebut disinyalir akibat ulah kelompok hacker yang menamai diri mereka dengan julukan "PoodleCorp".

    Dilansir TechTimes, Selasa (26/7/2016), PoodleCrop sudah memberikan peringatan terbuka bahwa mereka akan merusak server Pokemon Go. Lewat akun Twitter-nya,@PoodleCorp, mereka mengancam akan membuat server Niantic offline.

    "Tidak akan ada yang bisa menghentikan kami," kata PoodleCrop. Setelahnya, mereka menulis tweet tambahan "August 1st #PoodleCorp #PokemonGo" yang seolah menandakan bahwa serangan server akan terjadi pada tanggal yang disebutkan.
    PoodleCorp akan melumpuhkan serverselama lebih dari 20 jam. Dengan kata lain, para pemain Pokemon Go tidak akan bisa mengakses gim tersebut dalam waktu hampir satu hari.

    Mereka mengungkap, untuk melancarkan serangannya, mereka akan menggunakanbotnet yang terdiri dari 600 ribu perangkat yang mampu membuat aktivitas server Niantic 'sesak'.

    Belum lama ini, masalah yang serupa sudah lebih dulu menimpa Niantic Labs. Bedanya, serangan tersebut berbentuk distributed denial of service (DDoS) yang dilakukan oleh kelompok hacker OurMine. 

    Tidak jelas apa motif kelompok OurMine menjatuhkan server Pokemon Go. Mereka mengatakan tidak akan berhenti "merusak" server Pokemon Go sampai ada perwakilan dari Niantic Labs yang mendatangi mereka.

    "Tidak akan ada yang bisa menikmati gim ini sampai perwakilan Niantic Labs menghubungi kami di situs kami dan mengajarkan mereka (Niantic Labs) untuk melindungi server mereka!" kata OurMine dalam sebuah pernyataan di situs resmi mereka.

    Dibandingkan dengan PoodleCorp, keberadaan OurMine bisa dibilang cukup meresahkan. Kiprah mereka di ranah maya sempat terlihat pada beberapa kasus peretasan belum lama ini. Salah satunya peretasan akun media sosial milik petinggi-petinggi perusahaan teknologi, seperti CEO Twitter Jack Dorsey, CEO Google Sundar Pichai, serta CEO Facebook Mark Zuckerberg.

    (Jek/Ysl)

    Sourced by:liputan6.com
  • Cara Baru Google Kurangi Ukuran Aplikasi di Play Store

    0
    yo~ selamat malam semua :)
    Bertemu lagi dalam blog Gyokusho, malam ini saya akan membahas tentang aplikasi yang tentunya ada hampir di semua android, yap yaitu Play Store aplikasi untuk mendownload game, aplikasi dan lainnya.

    Beberapa aplikasi ini dibuat karena iseng-iseng lho tapi ternyata mendapat respon yang tak terduga dari para pengguna Android.

      Google kini tengah mengembangkan algoritma baru demi mengurangi ukuran (size) aplikasi di Play Store. 

      Sebagaimana diumumkan Google di blog Android Developers, mengutip Tech Times, Senin (25/7/2016), algoritma ini nantinya tak hanya mengurangi size aplikasi saja, tetapi juga size pembaruan (updates).

      Bagi pengguna Android yang memiliki memori ponsel dan kuota data terbatas, hal ini tentu menjadi kabar baik.

      Pasalnya, tak semua pengguna terkoneksi jaringan WiFi ketika mereka mengunduh aplikasi. Kuota besar terkadang dibutuhkan saat mengunduh aplikasi berukuran besar, misalnya game

      Google fokus terhadap hal ini mengingat sebanyak 65 miliar aplikasi Android di dunia telah diunduh dari Play Store.

      Dengan jumlah itu, perusahaan berupaya mengurangi ukuran pemasangan (install) aplikasi dan updates-nya. 

      Pengembang (developer) pun didorong untuk merilis lebih banyak updates pada aplikasi dengan sejumlah konten, perbaikan, terutama pada keamanan. 

      Google menambahkan algoritma baru Delta, bernama bsdiff untuk mengurangisize pembaruan hingga 50 persen lebih. Algoritma baru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi Delta pada aplikasi. 

      Sebagai contoh, updates aplikasi Google Chrome untuk Android biasanya memakan ruang 22,8MB, di mana updates kecil berukuran 15,3MB. Dengan algoritma bsdiff, ukurannya berkurang menjadi 12,9MB (besar) dan 3,6MB (kecil).

      Pengguna Android yang memiliki ponsel high-end dengan memori besar dan terbiasa terkoneksi WiFi, mungkin tidak terlalu merasakan perubahan tersebut pada Google Play Store.

      Namun, pengguna Android yang kuota datanya terbatas dan memorinya kecil, perubahan ini dapat memaksimalkan kapabilitas smartphone-nya. 

    Sourced by: http://tekno.liputan6.com/read/2560696/cara-baru-google-kurangi-ukuran-aplikasi-di-play-store
    Thanks to: liputan6.com
  • ‘One Piece Film Gold’ Tayang di 33 Negara, Termasuk Indonesia!

    0
    ‘One Piece Film Gold’ Tayang di 33 Negara, Termasuk Indonesia!

    Situs berita ANIME NOW! melaporkan pada hari Sabtu bahwa film layar lebar One Piece Film Goldakan ditayangkan di 33 negara besar seperti Amerika Serikat, Kanada, China, dan Korea Selatan. Namun jangan takut karena film tersebut juga akan ditayangkan di Indonesia pada bulan September mendatang! Pengumuman ini diumumkan di penayangan perdana filmnya pada hari Sabtu. Sebelum ini, dilaksanakan juga sebuah premiere di Abu Dhabi pada tanggal 15 Juli lalu.
    Halaman Facebook CGV Blitz juga sudah mengkonfirmasi beberapa waktu lalu kalau film tersebut akan ditayangkan di bioskop lokal. Mereka mengunggah informasi tersebut bersamaan dengan sebuah trailerfilmnya.
    One Piece Film Gold ditayangkan di Jepang dalam 743 bioskop, pemutaran ini adalah yang terbesar bagi film Jepang manapun. Film ini juga akan ditayangkan dengan subtitel Inggris dan Jepang di 5 kota yang berbeda mulai tanggal 23 Juli sampai 5 Agustus. Film ini juga akan ditayangkan dalam 3D, 4DX, dan MX4D.
    Sumber: ANN
    Sourced by: http://jurnalotaku.com/2016/07/24/one-piece-film-gold-33-negara-indonesia/
    Thanks to: (-) jurnalotaku.com
                      (-) Twitter @jurnalotaku
                      (-) +Jurnal Otaku Indonesia 
  • 5 Game Virtual Reality Terbaik Dan Paling Ditunggu ~~

    1
    Yo~ watsappp gays (sok inggris padahal salah :D )
    Bertemu lagi dengan saya dalam blog yang akan mengulas game VR atau Virtual Reality..
    dalam postingan saya akan memberikan saran 5 game VR yang paling ditunggu, postingan ini bersumber pada VIVA.co.id
    yap,, langsung ajah

    5 Game Virtual Reality Terbaik dan Paling Ditunggu : 

    1. Robinson : The Journey. Game besutan Crytek ini pertama kali ditunjukkan pada Paris Game Week 2015 lalu. Game Virtual Reality ini bercerita tentang anak kecil yang terdampar di sebuah pulau karena kecelakaan pesawat. 
    2. The Climb. Di game ini Anda akan berperan sebagai pemanjat tebing. Game ini mempunyai fitur HMD (Head Mounted Display) yang membuatnya terlihat semakin nyata 
    3. Resident Evil 7 : Biohazard. Nah, kalau ini game rencananya akan dirilis pada tanggal 24 Januari 2017 mendatang. 
    4. Eve Valkyrie. Merupakan game Virtual Reality yang dikembangkan CCP Game dan menghadirkan sensasi pertempuran luar angkasa. 
    5. Eagle Flight. Game VR terbaru milik Ubisoft ini pertama kali diperkenalkan pada E3 2016 kemarin. Di Game ini Anda akan berperan sebagai elang yangg terbang di atas ibukota Perancis yakni Paris. 
    Dikutip dari : Twitter @XLCare 

    Sourced by: VIVA.co.id
  • [Review] Koutetsujou no Kabaneri

    0
    [Review] Koutetsujou no Kabaneri

    Setelah memperoleh hype yang cukup tinggi di tiga episode awalnya, opini terhadap “Koutetsujou no Kabaneri” (Kabaneri of The Iron Fortress) begitu memasuki paruh akhir masa tayangnya mulai berbalik. Komplain yang dilemparkan cenderung berfokus pada perubahan kepribadian para karakter dan pengenalan antagonis yang keberadaannya sangat tidak menyenangkan. Tapi apakah itu masalah terbesar terbesar dari anime ini?
    Dulu saya sudah menjelaskan beberapa hipotesis kenapa anime ini “gagal,” bahkan saya juga sudah membuat prediksi bagaimana anime ini akan gagal di artikel impresi awalnya. Singkatnya, prediksi saya bahwa plot Kabaneri pada akhirnya akan jadi berantakan benar terwujud, hanya saja dengan cara yang paling saya takutkan.
    Wit Studio dengan staf veteran Shingeki no Kyojin dan desain dari Haruhiko Mikimoto telah membuat sebuah anime dengan aksi yang spektakuler. Sayangnya saya merasa ada beberapa faktor yang mempersulit penjagaan kualitas Kabaneri.

    Quality actions are expensive to maintain

    Aspek yang mayoritas penontonnya setuju memiliki kualitas yang baik adalah action-nya.  Bahkan bisa dibilang ini adalah faktor utama yang menarik para penonton di awal masa tayangnya. Sangat sulit untuk sebuah studio yang bukan Kyoani atau Sunrise untuk menghadirkan aksi dengan kualitas konsisten, oleh karena itu pace aksi Kabaneri harus melambat karena mereka harus menghemat budgetdan tenaga sampai klimaksnya.
    Sebuah seri aksi seringkali dipenuhi sesi dan episode yang lebih berfokus di dialog dan interaksi agar penonton tidak kelewat kenyang dengan aksinya. Untuk sebuah seri dengan genre survival actionseperti Kabaneri, terdapat banyak potensi konflik yang lebih ringan aksi seperti keterbatasan sumber daya, turunnya kesehatan mental para karakter dari usaha mereka untuk bertahan hidup, semakin berkembangnya para Kabane dan berbagai hambatan lain untuk menggerakkan para pengungsiKoutetsujou.
    kabanerireview-03
    Oke pengkhianat dan orang yang paling mencurigakan disini, kamu jelas orang yang paling bisa dipercaya
    Hanya saja staf produksi memutuskan untuk memperkenalkan seorang antagonis yang didesain untuk menjadi final boss lebih dahulu daripada menjadi karakter yang masuk akal. Banyak komplain yang dilayangkan kepadanya dan bahkan kebanyakan menganggap sang antagonis merupakan aspek terburuk Kabaneri. Dosa terbesar Biba menurut saya adalah membajak sebuah cerita zombie apocalypsemenjadi cerita standar Ichiro Okouchi yang sudah kelewat repetitif dan membosankan.
    Cerita yang bodoh setidaknya bisa tetap menarik dengan eksekusi yang kompeten atau menghibur dengan segala kegagalannya, sementara cerita yang membosankan hanya membuang waktu penontonnya. Namun jujur saja, saya sendiri menikmati aksi klimaks dari Kabaneri. Hanya saja saat menontonnya saya sangat berharap segala aksi tersebut diarahkan ke konflik dan antagonis yang lebih menarik.

    It refuses to build on what it established

    Seperti yang saya sudah jelaskan di artikel lainnya dulu. Kabaneri nampaknya menolak untuk mengembangkan berbagai setup dari paruh awal seri ini. Berbagai plot-beat seperti meriam baruKoutetsujou (yang langsung hilang di scene selanjutnya,) sumpah Ikoma dengan Ayame yang membuat Ikoma menjadi Kabaneri dari Koutetsujou (sebuah motivasi yang tidak pernah disebutkan lagi dan dilupakan saat Ikoma mengalami depresi) dan berbagai penemuan Ikoma yang salah satunya adalah metode untuk menghentikan perubahan Kabane (yang dapat membawa perubahan besar ke duniaKabaneri, namun nampaknya tidak ada satupun karakter yang penasaran bagaimana Ikoma melakukannya).
    Kabaneri bisa dibilang terjebak di sebuah pola khas Okuichi, antagonis megalomaniak yang harus dikalahkan, heroine kompeten yang ujung-ujungnya harus diselamatkan sang protagonis, kota yang diratakan oleh Kabane dan direpresentasikan dengan ibu & anak yang terbunuh (yang di salah satu episode sampai terjadi dua kali) dan berbagai perkembangan karakter yang dilupakan di episode selanjutnya.
    kabanerireview-05
    Masih tentang perkembangan karakter, saya sudah menjelaskan tentang “perkembangan” kepribadian Mumei yang menjadikannya semakin membosankan, bisa dibilang pangkatnya turun dari veteran survivor menjadi damsel-in-distress. Begitu juga Ikoma yang dimotivasi amarah dan dendam malah jadi cengeng mendekati klimaksnya, untungnya momen itu hanya terjadi sebentar, namun saya tersinggung staf produksi merasa karakter semacam Ikoma memerlukan momen semacam itu.
    Singkatnya, staf produksi nampaknya terlalu takut untuk mengubah status quo dari situasi pada karakter utama. Kegagalan utama Kabaneri adalah seri ini tidak mampu membangun setup yang sudah ada lebih lanjut dan malah menetap di pola sama. Hal ini berujung pada konflik akhir yang dibangun kelewat terburu-buru dengan payoff yang kecil.                                                                       

    This show is always dumb, and that’s a good thing

    Perlu diingat, bahaya utama anime ini adalah zombie super dengan jantung yang menyala terang dan umat manusia menggunakan kereta bersenjata sebagai metode transportasi utama di era Steampunk-Edo. Ini adalah premis yang didesain untuk membuat set-piece aksi yang menarik dan bukan untuk menghadirkan cerita yang “cerdas.”
    Kabaneri pada dasarnya memiliki judul Zombie Train setelah kedua konsep tersebut dijelaskan di episode awalnya, premisnya memang “bodoh” namun premis seperti itu penuh potensi untuk menghasilkan adegan aksi yang seru. Anime ini sayangnya lupa dengan aspek zombie dan kereta tersebut, dan saat kedua aspek tersebut dilupakan saat klimaks konflik dengan sang final boss RPG diskonan terjadi kita hanya kedapatan sebuah anime yang bodoh dan membosankan.
    kabanerireview-01
    At least there’s a derailment.
    Di penghujung akhir seri saya mengharapkan sesuatu yang bodoh dan menarik seperti duel kereta antara Koutetsujou dan Kokujou yang disertai dengan multi-track drifting. Namun dengan berbagai plot-beat yang sudah terlalu terjebak dalam pola, harapan ini harus kandas.

    Verdict: It Could Be Worse

    Seperti yang sudah saya utarakan diatas, saya tidak kaget dengan perkembangan cerita Kabaneri, tapi tetap saja kecewa atas semua potensi yang gagal diwujudkan. Kebutuhan saya akan action yang berkualitas untungnya dipenuhi dengan baik dan desain karakter seri ini merupakan favorit saya dispring season 2016.
    kabanerireview-02
    Berhubung Mumei dan Ayame udah kebanyakan dihype staf lain, have a Yukina.
    Anime ini juga berguna sebagai peringatan bahwa sebuah seri yang memiliki potensi yang besar dapat dirusak dengan mudah hanya dengan satu karakter dengan konflik yang membosankan. Berhubung ini sudah kesekian kalinya sebuah seri dengan budget besar yang ditulis Okouichi mendapat respon negatif yang cukup vokal, mungkin ini sudah saatnya para staf produksi disana lebih bijaksana memilih penulis.
    Signum
    Rasanya saya sudah tidak perlu lagi menceritakan kenapa anime ini tidak bisa bertemu dengan ekspektasi beberapa orang. Tempo dari Kabaneri yang terlalu cepat mungkin menjadi faktor utama why this show has been such a trainwreck. Namun bagi saya sendiri sih anime ini bisa dinikmati sampai akhir. You’re talking to a guy who’ve watched Hundred until the end, mind you.
    JOI - perkembangan kabaneri dianggap tidak memuaskan (3)
    Walaupun pacing-nya terasa cepat dan terburu-buru, namun Kabaneri masih enjoyable untuk ditonton, kualitas gambarnya tidak menurun seperti kualitas ceritanya, dan kita masih disuguhkan dengan pertarungan-pertarungan epik. Lagu latar Kabaneri gubahan Sawano Hiroyuki dan dibantu suara majestic Aimer masih memberikan suasana-suasana yang membuat bulu kuduk bergidik at timesin short Kabaneri masih layak ditonton walaupun Kaptain berkali-kali menekankan ceritanya yang, well, bodoh.
    They took the easy way out, kalau saja mereka mau memanjangkan seri ini dan menjadikannya sebuah petualangan epik berkeliling Jepang atau bahkan dunia untuk mencari sebuah tempat aman, sepertinya seri ini memiliki potensi yang sangat besar. Tapi kayanya mereka tidak punya kekuatan untuk membayar Sawano, Aimer, Chelly, dan banyak orang lagi untuk membuat seri yang panjang.

    Sourced by: http://jurnalotaku.com/2016/07/22/review-koutetsujou-no-kabaneri/
    Thanks to: (-) jurnalotaku.com
                      (-) Twitter @jurnalotaku
                      (-) +Jurnal Otaku Indonesia 
  • Selamat Datang kembali

    1


    Selamat datang kembali semuanya di blog saya ini xD udah lama banget vakum dari dunia blogger untuk fokus ke dunia SMAdan akhirnya baru lulus tahun ini,,,,,

       Saya selaku admin akan mencoba memberikan info info tentang dunia maya seperti medsos, game, anime, dan berita yang populer :D

    Sekian saja ya untuk post kali ini~

  • Copyright © 2013 - Hyperdimension Neptunia

    Informasi tentang Dunia Game, Anime, Teknologi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan